Kamis, 02 Januari 2014

0 Cobaan Ibarat Peluit Peringatan Bagi Yang Lupa

Bismillaahirrohmaanirrohiim...


Sesungguhnya saya tak lebih dari hamba Allah yang dho'if lagi faqir, serta rentan terhadap khilaf maupun salah. Aku tidak berniat menggurui atau menasehati. Siapalah diri ini untuk menasehati orang lain, sebab diri ini pun jauh dari kata sempurna. Jangan bercanda, tidak ada manusia yang sempurna dimuka bumi yang maha luas ini, yang ada hanya mereka yang mencoba untuk lebih baik.


Cobaan, ibarat peluit peringatan bagi Ɣªƞǧ lupa,sarana penggapai pahala bagi Ɣªƞǧ sabar dan pengingat akan rahmat اَللّهُ bagi semua,...
 

Ini tentang ujian yang menderamu. Kamu merasa ujian hidupmu tidak pernah ada akhirnya? Kamu merasa dimuka bumi yang maha luas ini penderitaanmu tiada duanya, kamulah yang paling menderita, kamulah yang paling tidak beruntung diantara milyaran manusia. Apakah k a m u berpikir demikian?

Jika iya, disudut sana juga ada banyak anak manusia yang juga sedang merasakan hal yang sama, mengeluhkan hal yang sama, tidak puas atas urusan yang sama. Pokoknya merasa paling menderita sejagad raya ini.

Jadi, orang yang paling menderita dan paling tidak beruntung itu tidak hanya  kamu saja. Lihat diberbagai belahan dunia mereka korban peperangan, korban penganiayaan dan kejahilan lainnya.


Ujian yang menderamu adalah hanya secuil dari cobaan yang mereka alami. Hikmah dari sebuah cobaan adalah sebuah pelajaran, yang mengajarimu untuk bersabar serta ikhlas.

Ketika kamu sudah cukup kuat untuk melewati dera tersebut, kamu akan naik satu level lebih tinggi. Kamu mungkin akan merasa teramat berat setiap baru masuk dalam satu level, tapi lama-lama kamu akan terbiasa.

Dan pada akhirnya kamu adalah pemenang. Pemenang atas dirimu sendiri, pemenang atas segala ujian tersebut. Tidak masalah dengan besar kecilnya nilai yang kau peroleh, karena dalam hal ini point terpentingnya terletak pada prosesnya.

Perumpamaan : Mesin atau suatu produk, akan dipercayai apabila sudah teruji. Yang tentu saja diperkuat dengan bukti. Sehingga barang-barang teruji ini memiliki banyak peminat, diburu dan dikoleksi. Singkat kata, barang yang telah teruji ini memiliki banyak peluang untuk laku dipasaran dibandingkan barang-barang yang belum teruji secara kualitas.
Jadi, ibarat barang, kamu yang telah melewati berbagai dera itu adalah barang berkualitas, yang banyak diburu dan banyak diminati.

Tapi, tentu saja ada syaratnya. Kamu harus mengambil pelajaran dari semua ujian kehidupan yang telah dilewati tersebut. Belajar tentang sabar dan ikhlas. Sehingga disetiap level kamu akan mencoba menjadi lebih baik. Karena ini baik bagimu, bagi lingkungan dan bagi Tu h a n m u.

Jangan bersedih bila keputusan yang terlanjur kamu ambil membuatmu seperti terjebak dalam sebuah kubangan pekat nan hitam. Bersabarlah, sebab Tuhan selalu menyertai orang-orang yang bersabar. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkanmu sendirian. Percayalah bahwa Tuhanmu akan selalu mencukupkan segala kebutuhanmu.

Bersabarlah saudaraku, dan serahkan semua pada sang pemilik rencana kehidupan alam semesta ini. Tuhan akan membalas setiap hembus nafas kesabaranmu, karena Dia tidak pernah tidur.

Bersabarlah, atau jika kau mau, kau boleh memakai bahuku untuk bersandar. Sekedar menumpahkan sesak dalam bentuk air mata. Menangislah jika itu bisa membuatmu sedikit lebih baik.

Sekali lagi bersabarlah, sebab segala sesuatu akan indah pada waktu yang tepat.

Terakhir, ini juga pesan untuk saya pribadi. mintalah petunjuk sang khalik dan lakukanlah dengan hati, sebab apapun yang dilakukan dengan hati akan menimbulkan kepuasan secara pribadi sehingga nilainya benar-benar terasa.
Cobaan Ibarat Peluit Peringatan Bagi Yang Lupa Title : Cobaan Ibarat Peluit Peringatan Bagi Yang Lupa
Description : Bismillaahirrohmaanirrohiim... Sesungguhnya saya tak lebih dari hamba Allah yang dho'if l...
Rating : 5


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Rindu Tulisan Islam - All Right Reserved.