"JIHAD Menegakkan TAUHID, Membela Sunnah RASUL ALLAH, Hancurkan SYIRIK, Musnahkan BID'AH, Terapkan SYARI'AT ALLAH, Berantas KEMUNGKARAN dan KEMAKSIATAN," Tegaknya AGAMA ini haruslah dengan Kitab (AL QUR'AN DAN SUNNAH) Sebagai Petunjuk dan Sebagai Penolong. Kitab menjelaskan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang ALLAH, Pedang atau Pena menolong dan membelanya ".(Nasehat Berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahumullah)
DO'A UNTUK TETAP PADA KEYAKINAN ISLAM
اللَّهُمَّ احْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ قَائِمًا، وَاحْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ قَاعِدًا، وَاحْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ رَاقِدًا، وَلَا تُشْمِتْ بِي عَدُوًّا حَاسِدًا، وَاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ»
"Ya Allah, jagalah aku dengan Islam saat aku berdiri, jagalah aku dengan Islam saat aku duduk, jagalah aku dengan Islam saat aku tidur dan janganlah Engkau membuat musuh yang mendengki gembira atas penderitaanku" "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang kunci-kuncinya berada di tangan-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang kunci-kuncinya berada di tangan-Mu." (HR. Al-Hakim : 1924)

Minggu, 17 Maret 2013

0 Youtube Tata Cara Shalat Yang Diajarkan Rasulullah

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Sesungguhnya saya tak lebih dari hamba Allah yg dho'if lagi faqir, serta rentan terhadap khilaf maupun salah.  


Bagi kaum muslimin, shalat bukan hal aneh, ini sudah menjadi kewajiban kaum muslimin. Shalat merupakan salah satu rukun islam. Walaupun demikian, masih banyak kaum muslimin yang meninggalkan kewajiban shalat ini. Padahal betapa dosa besar yang akan didapat jika kita meninggalkan shalat. Perlu kita ketahui juga, kita diperintahkan untuk melakukan shalat, sebagaimana shalat yang diajarkan oleh Rasulullah. Alhamdulillah sekarang sudah banyak buku-buku yang menjelaskan tentang tata cara shalat Rasulullah, seperti buku sifat shalat nabi yang diterjemahkan dari buku sifat shalat nabi karangan Syaikh Nashirudin Al-albani rahimahullah,

Pada kali ini saya akan posting sifat shalat nabi dengan praktek langsung. Mudah-mudahan kaum muslimin semua bisa menjadi lebih faham dengan adanya video peragaan sifat shalat nabi. Video ini adalah edisi kartun yang diterbitkan oleh mekkah agency depok. Silahkan lihat videonya dan mudah-mudahan bisa memberikan manfaat kepada kita semua.
1. Tatacara Wudhu dan Tayamum yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam


2. Pembatal Wudhu dan Tata Cara Shalat yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

3. Tata Cara Shalat yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

4 . Cara shalat dan kesalahan-kesalahan di dalam shalat

5. Hal-hal yang dilakukan ketika shalat


Menggerakan Telunjuk Pada saat duduk Tasyahud

Alhamdulillah bertambah pemahaman saya tentang tata cara sholat yang benar.
ada beberapa hal yang mau saya tanyakan ustad.
1. bagaimana tentang gerakan telunjuk pada duduk tasyahud yang hanya di acungkan apakah Rosululloh SAW mencontohkannya?

ya, ada perintahnya, dan ini dilakukan ketika kita duduk tasyahud, dari mulai awal membaca tasyahud kita sudah berisyarat dengan jari telunjuk hingga salam, cara melakukannya bisa dilihat di video ini



2. bagaiman tentang do’a kunut pada sholat subuh, apakah di contohkan oleh rosululloh SAW?
Doa qunut shubuh, jika yg dibaca adalah qunut witir, maka ini adalah bidah, adapun yang dibaca dalam qunut shubuh adalah qunut nazilah, dan dibaca tidak hanya di shalat shubuh, tapi shalat 5 waktu,
Sedangkan praktek yg terjadi di masyarakat adalah doa qunut witir dibaca di shalat shubuh, harusnya doa qunut witir dibaca ketika shalat witir saja,

3. Apakah ketika imam selesai membacakan Al Fatihah, makmum membacakannya kembali?
Bacaan imam adalah bacaan makmum,..jadi kewajiban makmum ketika imam membaca adalah mendengarkan dan menyimak,

4. Doa dan Zikir apakah yang sebaiknya di bacakan ketika selesai sholat?
Dzikir setelah shalat sederhana, dan mudah dihafal. Untuk yang ringkas, anda membaca Asytaghfirullah 3x, Allahumma antassalam, waminkassalam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam, lalu membaca subhanallah 33x ,alhamdulillah 33x, allahu akbar 33x 

Patut diperhatikan bahwa lafal zikir di atas tidak boleh ditambah dengan kata-kata

وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلاّمِ

Hal itu dikarenakan lafal tersebut tidak berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Misykatul Mashabih, 1:303; Hasyiyah Ath-Thahawi ‘alal Maraqiy, 2:311.

- Kemudian mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

“Tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.” (Sahih; H.R. Bukhari)
- Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah; Rasulullah bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

- Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk membaca lafal tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, Anda bisa juga mengucapkan tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak 10 kali. Hal ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَلَّتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَلَا وَهُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَيَحْمَدُهُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُهُ عَشْرًا

“Ada dua perkara, setiap muslim yang konsisten melakukannya akan masuk ke dalam surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sangat jarang yang mampu konsisten mengamalkannya. (Perkara yang pertama) adalah bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan shalat fardhu.” (Sahih; H.R. Tirmidzi, no. 3410; Shahihut Tirmidzi, no. 2714)

- Kemudian membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410)

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)



Tambahan Soundcloud dari Buya Dive


Sesungguhnya hanya ridho Allah ta'ala saja yang hendak kita jemput, dan semoga ini membawa keselamatan kita semua dunya wal akhirat. Amiin yaa Allah yaa Mujiibu...

Semoga dengan begitu, upaya dan metodologi "Poros Masjid" dapat kita kerjakan bersama-sama. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" (QS. Huud {11}:51). Shadaqallahul'adziim, Mahasuci Allah yang PASTI dengan semua Janji-Nya... 

Barakallaahu fiekum

Success is Syariat Islam, not the others !

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © Rindu Tulisan Islam All Right Reserved