Senin, 09 Desember 2013

0 Ciri-ciri Keberadaaan Jin dari Bau

Asal pembentukan kata "jin" dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن) menunjukkan makna tertutup, Syaikh al-Islam berkata: "Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia." Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).

Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah sifat dari setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.

Dalam anggapan orang-orang sebelum Islam datang, Jin dianggap sebagai makhluk keramat, yang harus disembah dan dihormati. Orang orang pada masa tersebut menggambarkannya dalam bentuk patung sesembahan mereka.

Jin dikatakan memiliki tanduk, berukuran kecil dalam kisah lain dikatakan kecil seperti lalat memiliki sayap.

Menurut ajaran Islam, jin dapat melihat manusia, namun sebaliknya manusia tidak dapat melihat mereka dalam wujud aslinya. Jikalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.

Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (Al-A'raf 7:27)

"Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (Al-A'rof 7:27)     ”

Kemudian tidak seorangpun mampu melihat jin, kecuali bila mereka mengubah diri (menjelma) dalam berbagai bentuk. Hanya nabi dan rasul saja yang sanggup melihat wujud aslinya (baca HR. Al-Bukhari no. 4808, Muslim no. 541 dari Abu Hurairah)

Manusia yang biasa tidak mampu melihat jin, melainkan mereka yang telah diizinkan Allah.Didalam Al-Quran melarang sama sekali kita meminta pertolongan kepada Jin, ini membuktikan terdapat beberapa bilangan manusia yang mampu melihat dan berbicara dengan mereka. Ada juga sesetengah ahli agama yang tersilap bicara diatas nafsu mereka seperti mengatakan Jin memakan asap padahal perkara ini tidak disebut sama sekali didalam Al-Quran.

“ ...dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin 72:6)


Ciri-ciri Keberadaaan Jin dari Bau

Banyak kasus gangguan syaitan diawali dari datangnya bau-bauan tertentu. Cirinya adalah kedatangan bau yang tiba-tiba dan hilangnyapun tiba-tiba, selain itu ditandai juga dengan berdirinya bulu kuduk, kelebatan diujung mata atau disertai rasa sakit tiba-tiba dibagian tubuh tertentu bahkan langsung kesurupan.

Saya dalam kesempatan ini akan menjelaskan jenis-jenis kedatangan setan dari berbedaan bau yang ditimbulkannya.

1. Bau melati : dalam mitos jawa bau melati sangat disukai para ratu jin seperti Nyi Roro kidul, jika tiba-tiba seseorang membaui wangi melati secara tiba-tiba waspadai anda kedatangan atau berada didekat anda jin yang memiliki strata tinggi dialamnya (petinggi/raja/ratu jin)

2. Bau ketela pohon yang dibakar : ini mencirikan adanya jin jenis genderuwo, jin ini suka menzinahi wanita-wanita yang lalai dari menutup hijab dan benteng doanya tidak kuat.

3. Bau hangus terbakar : Biasanya bau ini muncul karena jin yang terbakar, sudah puluhan kasus ketika tempat angker atau lokasi banyak gangguan jin dan sihir ketika diperciki air ruqyah beberapa waktu atau dibacakan ayat ruqyah beberapa waktu langsung ada bau hangus terbakar, Insya Allah ini pertanda baik bahwa jin atau benda sihir sudah hancur.

4. Bau wangi bunga kantil/ amboja/kenanga/ bau anyir darah ini disukai jin perempuan (orang biasa menyebutnya kuntilanak atau pontianak dalam dialeg malaysia)

5. Bau bangkai/busuk : Bau ini dipunyai jenis jin kafir yang stratanya rendah (jin jongos/budak) biasa digunakan para dukun untuk mengantarkan sihir dan penyakit (pagebluk)

6. Bau Minyak fanbo : Minyak ini wajib digunakan pada benda-benda keramat seperti keris, besi kuning, juga pada beragam azimat. Jin yang tugasnya menghuni jimat atau benda keramat sangat menyukai bau minyak fanbo.

7. Bau menyan : Jika lokasi atau rumah tiba-tiba mau menyan waspadai ada serangan sihir sebab jin banyak mengerjakan sihir setelah diberi makanan bau menyan.

8. Bau Darah : Waspadai serangan sihir jika tiba-tiba menciumnya sebab jin akan membawa bau darah dari hasil kurban tukang sihir dengan segala racun sihir kelokasi korban yang akan disihir.


Delapan Poin diatas adalah bau yang disukai jin jahat, namun ada bau yang sangat dibenci jin jahat yaitu Bau kasturi, misik, ambar, gaharu!

Bau ini sangat tidak disukai jin jahat( walau dia dari strata paling tinggi dialam jin) sebab bau tersebut disunnahkan Rasulullah dan setiap yang disukai Rasulullah pasti dibenci setan kalangan jin. Namun bau kasturi, misk, ambar, gaharu sangat disukai jin Muslim.

Hadits riwayat An-Nasa’i:


عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَطَيَّبُ قَالَتْ نَعَمْ بِذِكَارَةِ الطِّيبِ الْمِسْكِ وَالْعَنْبَرِ

 
Dari Muhammad bin Ali ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Apakah Rasulullah memakai parfum? ia menjawab, “Ya! dengan minyak wangi misk dan ‘anbar.”

Sabda Nabi : ‘’ Sebaik-baik wewangian adalah minyak kasturi” (Hadis Riwayat Muslim)

Jika ingin dibenci setan dan disukai malaikat juga menghidupkan sunnah Rasulullah pakailah minyak wangi bau kasturi, misk, ambar dan gaharu (jangan lupa diruqyah dulu minyak wanginya).

Wallahu a'lam..... saya hanya menjelaskan sepanjang pengalaman saya, jika ada yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits campakkan tulisan saya ini dan jangan jadikan hujjah !!

Dikutif dari : Perdana Akhmad
Ciri-ciri Keberadaaan Jin dari Bau Title : Ciri-ciri Keberadaaan Jin dari Bau
Description : Asal pembentukan kata "jin" dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن) menunjuk...
Rating : 5


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Rindu Tulisan Islam - All Right Reserved.