Minggu, 13 September 2015

0 Memahami Hakikat Haji Mabrur Bukan Mencari Gelar ataupun Kedudukan

Assallamualaikumm warohmatullah wabbarokatuh saudaraku seiman dan seakidah semoga senantiasa dalam perlindungan ALLAH Ta'ala di manapun saudaraku berada.

AL-FAQIIR MUHAMMAD SUBHAN NABIL ANAS AS-SIDIQ AL-HASANI, Menjelaskan kekhusyuhan ibadah haji dalam mengapai haji mabrur yg ALLAH Berikan SYURGA Kepada hamba yang dikehendakinya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

Bismillahirrahmanirrahim.... 

(In the name of Allah the most Gracious Most Merciful)

HAJI YANG MABRUR TIDAK AKAN MENDAPATKAN BALASAN KECUALI SYURGA DARI ALLAH (AL-JANNAH - SYURGA )

Karena ibadah haji merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sekali saja dalam hidup ini, maka setiap muslim harus menunaikan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, sangat diperlukan motivasi yang lurus dan benar. Motivasi ibadah haji sebagaimana ibadah-ibadah lainnya dalam Islam adalah ikhlas karena Allah dan dalam rangka memperoleh ridha-Nya.

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah aku penuhi panggilan-Mu tdk ada sekutu bagi-Mu aku penuhi panggilan-Mu sesungguh segala pujian keni’matan dan kerajaan adl milik-Mu tdk ada sekutu bagi-Mu.” Berangkat ke tanah suci melaksanakan ibadah haji dan umrah ini merupakan impian tiap insan beriman mewujudkan titah Allah Yang Maha Rahman yg telah berfirman:

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ

“Mengerjakan haji adl kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصِيَامِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Agama Islam dibangun di atas lima perkara; bersyahadat bahwasa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah mendirikan shalat menunaikan zakat shaum di bulan Ramadhan dan berhaji ke Baitullah.”

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa berhaji karena Allah lalu tidak berbuat keji dan kefasikan niscaya dia pulang dari ibadah tersebut seperti di hari ketika dilahirkan oleh ibu .”

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ

“Antara satu umrah dengan umrah berikut merupakan penebus dosa-dosa yang ada di antara kedua dan haji mabrur itu tidak ada balasan bagi kecuali Al-Jannah.”

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالاً وَعَلَىكُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ لِِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ

“Dan umumkanlah kepada manusia utk berhaji niscaya mereka akan mendatangimu dgn berjalan kaki atau mengendarai unta kurus dari segala penjuru yang jauh utk menyaksikan segala yg bermanfaat bagi mereka.”

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ

“Dan hanya krn Allah lah haji ke Baitullah itu diwajibkan bagi manusia yg mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa yang kafir maka sesungguh Allah tidak butuh terhadap seluruh alam semesta.

” Di dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abdullah bin ‘Umar diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصِيَامِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Agama Islam dibangun di atas lima perkara: bersyahadat bahwasa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah mendirikan shalat menunaikan zakat shaum di bulan Ramadhan dan berhaji ke Baitullah.”

Diriwayatkan oleh Al-Imam Sa’id bin Manshur dlm Sunan- dari shahabat Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

“Sungguh aku bertekad mengirim pasukan ke penjuru dunia untuk memantau orang-orang yang mempunyai kelapangan harta namun tidak mau berhaji dan menarik upeti dari mereka. Mereka bukan orang Islam...mereka bukan orang Islam.”

Diriwayatkan pula dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Barangsiapa yang mampu berhaji namun tidak mau menunaikan maka tidaklah ia meninggal dunia melainkan dalam keadaan Yahudi atau Nashrani".

” Al-Wazir dan yg lain berkata: “Para ulama telah ber'ijma’ bahwa ibadah haji itu diwajibkan bagi tiap muslim dan muslimah yang baligh lagi mampu dan dilakukan sekali seumur hidup.

” Adapun ibadah ‘umrah hukum juga wajib menurut salah satu pendapat para ulama.

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata: “Ada sekian hadits Nabi yg menunjukkan wajib ibadah umrah. Di antara adl sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dita oleh malaikat Jibril tentang Islam:

اْلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ وَتَعْتَمِرَ وَتَغْتَسِلَ مِنَ الْجَنَابَةِ وَتُتِمَّ

الْوُضُوْءَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ

“Islam adalah engkau bersyahadat bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah mendirikan shalat menunaikan zakat berhaji ke Baitullah menunaikan ibadah umrah mandi dari janabat menyempurnakan wudhu dan shaum di bulan Ramadhan.”

Kapan Seseorang Berkewajiban Menunaikan Ibadah Haji? Al-Imam Ibnu Qudamah di dlm Al-Mughni mengatakan: “Sesungguh ibadah haji itu wajib ditunaikan bila telah terpenuhi lima syarat:

1. Beragama Islam.
2. Berakal sehat.
3. Mencapai usia baligh.
4. Merdeka .
5. Mempunyai kemampuan.”

لِِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ

“Untuk menyaksikan segala yg bermanfaat bagi mereka.” Haji merupakan momen pertemuan akbar bagi umat Islam seluruh dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala pertemukan mereka semua di waktu dan tempat yang sama. Sehingga terjalinlah suatu interaksi kedekatan dan saling merasakan satu dengan sesama yag ndapat membuahkan kuat tali persatuan umat Islam dan terwujud kemanfaatan bagi urusan agama dan dunia mereka.

1. Amal Yang Paling Utama.

Dalam banyak hadits, Rasulullah Saw menyebutkan tentang amal-amal yang utama, salah satunya adalah menunaikan ibadah haji. Dalam satu hadits, dikisahkan:

Rasulullah Saw ditanya tentang amal yang paling utama. Maka ujarnya: "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya". Orang itu bertanya lagi: "Kemudian apa?". Rasul Menjawab: "Berjihad di jalan Allah". Orang itupun bertanya lagi: "Kemudian apa lagi?". Jawab Nabi: "Haji yang mabrur". (HR dari Abu Hurairah ra).


2. Bagian dari Jihad Di Jalan Allah.

Haji juga disebut oleh Rasulullah Saw sebagai ibadah yang derajatnya sama dengan jihad fi sabilillah, karenanya apabila seseorang -terutama orang tua, orang yang lemah dan wanita, mati sewaktu menunaikan ibadah haji, bisa saja digolongkan matinya itu seperti mati syahid. Dalam atau hadits dijelaskan:

Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw, katanya: Saya ini penakut dan saya ini lemah. Ujar Nabi: "Ayolah berjihad yang tidak ada kesulitannya, yaitu menunaikan haji" (HR. Thabrani dari Husein bin Ali).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw bersabda: " Jihad orang yang tua, lemah dan wanita ialah menunaikan haji". (HR. Nasa'i).

Oleh karena itu mengeluarkan dana untuk menunaikan ibadah haji juga termasuk mengeluarkan dana untuk perang di jalan Allah sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi Saw: "Mengeluarkan biaya untuk keperluan haji sama dengan mengeluarkannya untuk perang di jalan Allah: satu dirham menjadi tujuh ratus kali lipat." (HR. Ahmad, Thabrani dan Baihaqi).


3. Dapat Menghapuskan Dosa

Setiap orang yang berdosa tentu ingin agar dosa-dosanya terhapus atau diampuni Allah Swt, ibadah haji merupakan ibadah yang dapat menghapuskan dosa-dosa orang yang melaksanakannya, bahkan bisa seperti bayi yang baru dilahirkan, yakni dalam keadaan tidak punya dosa, Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa mengerjakan haji dan ia tidak bercampur pada waktu terlarang serta tidak berbuat maksiat, maka ia akan kembali seperti saat dilahirkan ibunya".  (HR. Bukhari dan Muslim).


4. Menjadi Duta-Duta Allah

Salah satu bentuk kemuliaan jamaah haji adalah disebut sebagai duta-duta Allah sehingga hubungannya kepada Allah menjadi sangat dekat, karena itu manakala seorang jamaah haji berdo’a, apalagi berdo’a nya di tempat-tempat yang mustajabah, maka insya Allah akan dikabulkan, Rasulullah Saw bersabda: "Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah. Maka jika mereka memohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya dan jika mereka meminta ampun, pastilah diampuni-Nya". (HR. Nasa'i dan Ibnu Majah).


5. Memperoleh Balasan Syurga

Bisa masuk ke dalam syurga merupakan dambaan setiap muslim. Karena Allah telah menyebutkan jamaah haji sebagai duta Allah dan memperoleh ampunan, maka kepada orang yang sudah menunaikan haji dengan baik akan dianugerahi oleh Allah syurga-Nya yang penuh dengan kenikmatan, Rasul Saw bersabda: Umrah kepada umrah menghapuskan dosa yang terdapat diantara keduanya, sedang haji yang mabrur tidak ada ganjarannya selain syurga.(HR. Bukhari dan Muslim).

1. Keutamaan Berhaji

الْحَاجُّ يَشْفَعُ فِي أَرْبَعِ مِئَةِ أَهْلِ بَيْتٍ -أَوْ قَالَ: مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ-

“Orang yang berhaji akan memberi syafaat kepada 400 orang ahlu bait  atau Nabi mengatakan: 400 orang dari ahlu bait nya.”

حُجُّوا تَسْتَغْنُوْا

“Berhajilah kalian niscaya kalian akan merasa berkecukupan.…”

حُجُّوا، فَإِنَّ الْحَجَّ يَغْسِلُ الذُّنُوْبَ كَمَا يَغْسِلُ الْمَاءُ الدَّرَنَ

“Berhajilah kalian karena sesungguh haji itu mencuci dosa-dosa sebagaimana air mencuci kotoran.” diriwayatkan oleh Abul Hajjaj Yusuf bin Khalil dlm As-Saba’iyyat 1/18/1. Lihat Ad-Dha’ifah no. 542}

حَجَّةٌ لِمَنْ لَمْ يَحُجَّ خَيْرٌ مِنْ عَشْرِ غَزَوَاتٍ، وَغَزْوَةٌ لِمَنْ حَجَّ خَيْرٌ مِنْ عَشْرِ حُجَج

“haji bagi orang yang belum berhaji itu lebih baik daripada sepuluh peperangan. Dan peperangan bagi orang yang telah berhaji itu lebih baik daripada sepuluh haji….”

إِذَا لَقِيْتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ، وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ، فَإِنَّهُ مَغْفُوْرٌ لَهُ

“Apabila engkau bertemu dgn seorang haji ucapkanlah salam pada dan jabatlah tangan serta mohonlah pada agar memintakan ampun bagimu sebelum ia masuk ke dlm rumah krn orang yg berhaji itu telah diampuni.”

مَنْ مَاتَ فِي هذَا الْوَجْهِ مِنْ حَاجٍّ أَوْ مُعْتَمِرٍ، لَمْ يُعْرَضْ وَلَمْ يُحَاسَبْ، وَقِيْلَ لَهُ: ادْخُلِ الْجَنَّةَ

“Siapa yang meninggal dalam sisi ini baik ia berhaji atau berumrah niscaya amal tidak dipaparkan kepada dan tidak akan dihisab. Dan dikatakan kepadanya: ‘Masuklah engkau ke dalam surga.’”

الْحَاجُّ فِي ضَمَانِ اللهِ مُقْبِلاً وَمُدْبِرًا، فَإِنْ أَصَابَهُ فِي سَفَرِهِ تَعْبٌ أَوْ نَصَبٌ غَفَرَ اللهُ لَهُ بِذلِكَ سَيِّئَاتِهِ، وَكَانَ لَهُ بِكُلِّ قَدَمٍ يَرْفَعُهُ أَلْفَ دَرَجَةٍ، وَبِكُلِّ قَطْرَةٍ تُصِيْبُهُ مِنْ مَطَرٍ أَجْرُ شَهِيْدٍ

“Orang yg berhaji itu dlm tanggungan/jaminan Allah ketika datang maupun pulangnya. Bila dia tertimpa kepayahan atau sakit dalam safar Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya. Dan tiap telapak kaki yg ia angkat utk melangkah ia dapatkan seribu derajat. Dan tiap tetesan hujan yang menimpa ia dapatkan pahala orang yang mati syahid.”

خَيْرُ مَا يَمُوْتُ عَلَيْهِ الْعَبْدُ أَنْ يَكُوْنَ قَافِلاً مِنْ حَجٍّ أَوْ مُفْطِرًا مِنْ رَمَضَانَ

“Sebaik-baik keadaan meninggal seorang hamba adalah ia meninggal dalam keadaan pulang dari menunaikan ibadah haji atau dalam keadaan berbuka dari puasa Ramadhan.”


2. Keutamaan berhaji yg disertai menziarahi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ حَجَّ حَجَّةَ اْلإِسْلاَمِ، وَزَارَ قَبْرِي وَغَزَا غَزْوَةً وَصَلَّى عَلَيَّ فِي الْمَقْدِسِ، لَمْ يَسْأَلْهُ اللهُ فِيْمَا افْتَرَضَ عَلَيْهِ

“Siapa yg berhaji dgn haji Islam yg wajib menziarahi kuburku berperang dgn satu peperangan dan bershalawat atasku di Al-Maqdis mk Allah tdk akan menanyai dlm apa yg Allah wajibkan kepadanya.” 2

مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ مَوْتِي، كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي

“Siapa yg berhaji lalu ia menziarahi kuburku setelah wafatku mk dia seperti orang yg menziarahiku ketika hidupku.” 3


3. Haji dilaksanakan sebelum menikah

الْحَجُّ قَبْلَ التَّزَوُّجِ

“Haji itu dilaksanakan sebelum menikah.”

مَنْ تَزَوَّجَ قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ فَقَدْ بَدَأَ بِالْمَعْصِيَةِ

“Siapa yang menikah sebelum menunaikan ibadah haji maka sungguh ia telah memulai dengan maksiat.”


4. Banyak berhaji mencegah kefakiran

كَثْرَةُ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ تَمْنَعُ الْعَيْلَةَ

“Banyak melaksanakan haji dan umrah mencegah kepapaan.”


5. Tidak boleh mengarungi lautan kecuali orang yg ingin berhaji

لاَ يَرْكَبُ الْبَحْرَ إِلاَّ حَاجٌّ أَوْ مُعْتَمِرٌ، أَوْ غَازٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ، فَإِنَّ تَحْتَ الْبَحْرَ نَارًا وَ تَحْتَ النَّارِ بَحْرًا

“Tidak boleh mengarungi lautan kecuali orang yg berhaji atau berum'rah atau orang yg berperang di jalan Allah karena  di bawah lautan itu ada api dan di bawah api ada lautan.”


6. Keutamaan ber-ihlal dari Masjidil Aqsha

مَنْ أَهَّلَ بِحَجَّةٍ أَوْ عُمْرَةٍ مِنَ الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَى إِلَى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ، أَوْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Siapa yg ber-ihlal 4 haji atau umrah dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram akan diampuni dosa-dosa yg telah lalu dan yang akan datang atau diwajibkan surga baginya.”


7. Ancaman bagi orang yang berhaji namun tidak menziarahi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَنْ حَجَّ الْبَيْتَ وَلَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي

“Siapa yang haji ke Baitullah namun ia tidak menziarahi kuburku maka sungguh ia telah berbuat jafa` kepadaku.”


8. Keutamaan Menghajikan Orang Tua

مَنْ حَجَّ عَنْ وَالِدَيْهِ بَعْدَ وَفَاتِهِمَا كَتَبَ اللهُ لَهُ عِتْقًا مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لِلْمَحْجُوْجِ عَنْهُمْ أَجْرُ حَجَّةِ تَامَّةٍ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ

“Siapa yg menghajikan kedua orang tua setelah kedua wafat maka Allah akan menetapkan dia dibebaskan dari api neraka. Dan bagi yg dihajikan akan memperoleh pahala haji yg sempurna tanpa mengurangi pahala orang yg menghajikan sedikitpun.”

إِذَا حَجَّ الرَّجُلُ عَنْ وَالِدَيْهِ تُقْبَلُ مِنْهُ وَمِنْهُمَا، وَاسْتُبْشِرَتْ أَرْوَاحُهُمَا فِي السَّمَاءِ وَكُتِبَ عِنْدَ اللهِ بَرًّا

“Apabila seseorang menghajikan kedua orang tua maka akan diterima amalan itu dari dan dari kedua orang tua dan diberi kabar gembira ruh kedua di langit dan ia dicatat di sisi Allah sebagai anak yang berbakti .”


9. Hadits dhaif tentang keutamaan berhaji dgn jalan kaki

إِنَّ لِلْحَجِّ الرَّاكِبِ بِكُلِّ خَطْوَةٍ تَخْطُوْهَا رَاحِلَتُهُ سَبْعِيْنَ حَسَنَةً، وَالْمَاشِي بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوْهَا سَبْعَ مِئَةِ حَسَنَةٍ

“Sesungguh orang yg berhaji dgn berkendaraan mendapatkan 70 kebaikan dgn tiap langkah yg dilangkahkan oleh kendaraannya. Sementara orang yang berhaji dengan berjalan kaki dengan tiap langkah yang ia langkahkan mendapatkan 700 kebaikan.”


10. Keutamaan thawaf

مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ خَمْسِيْنَ مَرَّةً، خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yg thawaf di Baitullah 50 kali maka ia terlepas dari dosa-dosa sehingga keberadaan laksana hari ia dilahirkan oleh ibu .”

طَوَافُ سَبْعٍ لاَ لَغْوَ فِيْهِ يَعْدِلُ رَقَبَةً

“Thawaf tujuh kali tanpa melakukan perkara laghwi di dalam sebanding dengan membebaskan budak.” diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dlm Al-Mushannaf 5/8833. Lihat Adh-Dha’ifah no. 4035}


11. Hari Arafah

عَرَفَةُ يَوْمَ يُعَرِّفُ النَّاسُ

“Arafah adalah hari di mana manusia wuquf di Arafah.”

Semoga Kita semua di panggil di tanah suci Allah  sebagai Tamu-tamu yang di dambakan kelak Allah memanggilnya dan mempersiapkan diri kita  lahir dan bathin bagi yang mampu .


AAMIIN ALLAH 'HUMA AAMIIN BI WAL IJABAH YA ALLAH.

Wassallam ...

Sallam: AL-FAQIR MUHAMMAD SUBHAN NABIL ANAS AS-SIDIQ AL-HASANI.
===============================================================

NIAT IBADAH HAJI

Niat Ibadah Haji

Memperoleh Balasan Syurga Bisa masuk ke dalam syurga merupakan dambaan setiap muslim. Karena Allah telah menyebutkan jamaah haji sebagai duta Allah dan memperoleh ampunan, maka kepada orang yang sudah menunaikan haji dengan baik akan dianugerahi oleh Allah syurga-Nya yang penuh dengan kenikmatan, Rasul Saw bersabda: Umrah kepada umrah menghapuskan dosa yang terdapat diantara keduanya, sedang haji yang mabrur tidak ada ganjarannya selain syurga (HR. Bukhari dan Muslim).


Niat Ibadah Haji Umrah
Keutamaan berhaji الْحَاجُّ يَشْفَعُ فِي أَرْبَعِ مِئَةِ أَهْلِ بَيْتٍ -أَوْ قَالَ: مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ- “Orang yg berhaji akan memberi syafaat kepada 400 orang ahlu bait –atau Nabi mengatakan: 400 orang dari ahlu bait nya–.” حُجُّوا تَسْتَغْنُوْا “Berhajilah kalian niscaya kalian akan merasa berkecukupan.…” حُجُّوا، فَإِنَّ الْحَجَّ يَغْسِلُ الذُّنُوْبَ كَمَا يَغْسِلُ الْمَاءُ الدَّرَنَ “Berhajilah kalian krn sesungguh haji itu mencuci dosa-dosa sebagaimana air mencuci kotoran.” diriwayatkan oleh Abul Hajjaj Yusuf bin Khalil dlm As-Saba’iyyat 1/18/1. Lihat Ad-Dha’ifah no. 542}

Doa Ketika Sampai Di Mudzdalifah


Doa Ketika Masuk Kota Madinah

Doa Ketika Wukup di Arafah


Doa Ketika Memasuki Kota Makkah


Doa Ketika Memasuki Melihat Kabah


Doa Ihram



Doa Sai


Memahami Hakikat Haji Mabrur Bukan Mencari Gelar ataupun Kedudukan Title : Memahami Hakikat Haji Mabrur Bukan Mencari Gelar ataupun Kedudukan
Description : Assallamualaikumm warohmatullah wabbarokatuh saudaraku seiman dan seakidah semoga senantiasa dala...
Rating : 5


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Rindu Tulisan Islam - All Right Reserved.