Senin, 07 September 2015

1 Berapakah Bumi dan Langit?

Assalamu alaikum wa rahmatullaahi ta’ala wa barakatuh...

Berapakah Bumi dan Langit?Baiklah, disini akan diterangkan salah satu hadits shahih dari Rasulullaah Shalallaahu ‘alayhi wa alihi wa salam.

Telah menceritakan kepada kami, ‘Abdu bin Humaid, dan oranglain tidak hanya satu sementara maknanya adalah satu, mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami, Yunus bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami, Syaiban bin Abdur Rahman, dari Qatadah, ia berkata; Telah bercerita, Al-Hasan, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Ketika Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi wa salam sedang duduk bersama para shahabatnya, tiba-tiba datanglah awan kepada mereka. Kemudian Nabi -Shalallahu ‘alayhi wa salam- berkata: “Apakah kalian tahu, apakah ini?” Kemudian mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”. Kemudian Rasulullah bersabda: “Ini adalah awan, ini adalah awan mendung yang akan menyirami bumi, Allaah Tabbaraka wa Ta’ala- menggiringnya kepada suatu kaum yang tidak bersyukur kepadaNya dan tidak berdoa kepadaNya”. Kemudian Beliau Shalallahu ‘alayhi wa salam bersabda: “Tahukah kalian, apa yang ada di atas kalian?” mereka (para shahabat) menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya itu adalah Raqi’ (nama langit dunya / nama langit yang ke satu / nama langit yang paling dekat dengan bumi), yaitu atap yang dijaga, serta gelombang yang tertahan. Tahukah kalian, berapakah jarak antara kalian dengan langit tersebut (Raqi’)?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di atas hal itu terdapat dua langit, jarak diantara keduanya adalah lima ratus tahun.” Hingga Beliau menyebutkan tujuh langit, jarak antara dua langit seperti jarak antara langit dan bumi. Kemudian Beliau bersabda: “Apa (yang ada) di atas hal tersebut (di atas langit ke tujuh)?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di atas hal tersebut (di atas langit ke tujuh) adalah ‘Arsy Allah (Singgasana Tuhan), di antara ‘Arsy (Singgasana Tuhan) dan langit setelah itu adalah jarak antara dua langit”. Kemudian Beliau bersabda: “Tahukah kalian, apa yang ada di bawah kalian?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di bawah kalian adalah bumi”. Kemudian Rasulullah bersabda: “Apa yang ada di bawah hal tersebut?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya di bawah bumi terdapat bumi lain, di antara keduanya berjarak perjalanan lima ratus tahun.” Hingga Beliau menyebutkan tujuh bumi, jarak antara setiap dua bumi adalah sepanjang lima ratus tahun perjalanan. Kemudian Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, seandainya kalian mengulurkan tali kepada seseorang ke tanah (bumi) yang paling bawah, niscaya akan turun di atas Allah”. Kemudian Beliau membacakan ayat: “Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Dzahir dan Yang Bathin. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu!”. (QS Al-Hadid: 3). (Hadits Shahih, Shahih Sunan Tirmidzi, nomor hadits: 3220).

Hadits shahih ini begitu sangat panjang. Mungkin diantara kita sekalian ada yang tidak mengerti apa maksud hadits shahih ini!

– “Ketika Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi wa salam sedang duduk bersama para shahabatnya, tiba-tiba datanglah awan kepada mereka. Kemudian Nabi Shalallahu ‘alayhi wa salam- berkata: “Apakah kalian tahu, apakah ini?” Kemudian mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”. = Para shahabat Rasulullah, apabila ditanyai segala macam hal oleh Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wa salam, mereka selalu menjawab: “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Mengapakah mereka selalu menjawab seperti itu? Itu disebabkan karena satu-satunya kunci segala ilmu pengetahuan dan sains modern adalah Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Hadits Shahih). Maka dari itu, apabila kita sekalian ingin tahu tentang Kosmologi; Astronomi; Mistis; Sejarah; Geografi; Psikologi; dan semua bidang ilmu pengetahuan, maka tanyakanlah kepada Al-Qur’an dan Hadits Shahih, niscaya Antum sekalian akan menemukan jawabannya. Jikalau kita ingin tahu tentang Mistis, janganlah kita bertanya kepada dukun, tetapi tanyakanlah kepada Al-Qur’an dengan cara mempelajari QS Al-Jinn. Jikalau kita ingin tahu tentang sejarah, janganlah kita bertanya kepada guru sejarah di sekolah kita, tetapi tanyakanlah kepada Al-Qur’an dan Hadits Shahih yang membahas tentang sejarah para nabi dan rasul. Begitu juga, jikalau kita ingin tahu tentang Astronomi, janganlah kita mengambil teropong lalu meneropong langit, tetapi tanyakanlah tentang Astronomi kepada Al-Qur’an dan Hadits Shahih yang membahas tentang matahari; bulan; dan bintang; tentang langit dunya; dan tentang ketujuh lapisan langit, yang sudah didalilkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Camkan baik-baik, Islam adalah kebenaran. Bukan Islam berarti bukan kebenaran. Segala macam ilmu pengetahuan, telah didalilkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah.


– “Kemudian Beliau Shalallahu ‘alayhi wa salam bersabda: “Tahukah kalian, apa yang ada di atas kalian?” mereka (para shahabat) menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya itu adalah Raqi’ (nama langit dunya / nama langit yang ke satu / nama langit yang paling dekat dengan bumi), yaitu atap yang dijaga, serta gelombang yang tertahan.” = Sesungguhnya langit itu ada tujuh lapis. Nama lapisan langit yang ke satu (langit dunya / lapisan langit yang paling dekat dengan bumi) adalah Raqi’. Raqi’ adalah atap yang terpelihara. Raqi’ adalah lapisan langit yang penuh dengan gelombang yang tertahan.

– “Tahukah kalian, berapakah jarak antara kalian dengan langit tersebut (Raqi’)?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di atas hal itu terdapat dua langit, jarak diantara keduanya adalah lima ratus tahun.” = Sesungguhnya jarak antara permukaan bumi dengan Raqi’ (Langit dunya / langit yang kesatu) adalah sepanjang lima ratus tahun perjalanan. Perjalanan yang dimaksud oleh Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasalam adalah perjalanan onta, sebab kendaraan dimasa Rasulullah adalah onta. Jadi jarak antara permukaan bumi dengan langit Raqi’ (langit dunya) adalah lima ratus tahun perjalanan onta. Di atas langit Raqi’ (langit dunia) adalah lapisan langit yang kedua, jaraknya adalah lima ratus tahun perjalanan onta.

– “Hingga Beliau menyebutkan tujuh langit, jarak antara dua langit seperti jarak antara langit dan bumi”. = Maksudnya adalah, jika diukur, jarak antara permukaan bumi ke langit dunya sama dengan jarak antara langit dunya (lapisan langit yang kesatu) ke lapisan langit yang kedua, yaitu 500 tahun perjalanan.  Pokoknya jarak antara setiap lapisan langit adalah lima ratus tahun perjalanan.

– “Kemudian Beliau bersabda: “Apa (yang ada) di atas hal tersebut (di atas langit ke tujuh)?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di atas hal tersebut (di atas langit ke tujuh) adalah ‘Arsy Allah (Singgasana Tuhan), di antara ‘Arsy (Singgasana Tuhan) dan langit setelah itu adalah jarak antara dua langit””. = Langit yang sering kita lihat itu ternyata ada tujuh lapis. Di atas lapisan langit yang ke tujuh adalah ‘arsy Allah (Singgasana Tuhan), tempat Allah -Tabaraka wa Ta’ala- bersemayam di sana. Jarak antara lapisan langit yang ketujuh dengan ‘Arsy Allah adalah 1000 tahun perjalanan onta. Jadi maksud ucapan Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wasalam- di atas adalah: Di atas lapisan langit yang ke tujuh adalah Kursiy Allah, nah di atas Kursiy Allah adalah ‘asry Allah. Jarak antara lapisan langit ketujuh dengan Kursiy Allah adalah 500 tahun perjalanan onta. Dan jarak antara Kursiy Allah dengan ‘Arsy Allah adalah 500 tahun perjalanan onta. Jadi jarak antara lapisan langit yang ketujuh dengan ‘Arsy Allah adalah 1000 tahun perjalanan onta. Di tengah-tengah antara lapisan langit ketujuh dengan ‘arsy Allah adalah Kursiy Allah, itulah menurut Atsar para shahabat.

– “Kemudian Beliau bersabda: “Tahukah kalian, apa yang ada di bawah kalian?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di bawah kalian adalah bumi”. Kemudian Rasulullah bersabda: “Apa yang ada di bawah hal tersebut?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya di bawah bumi terdapat bumi lain, di antara keduanya berjarak perjalanan lima ratus tahun.” Hingga Beliau menyebutkan tujuh bumi, jarak antara setiap dua bumi adalah sepanjang lima ratus tahun perjalanan.” = Sesungguhnya berdasarkan dalil ini, bumi dan langit sama-sama memiliki tujuh lapisan. Langit di atas kita ada tujuh lapis, bumi yang sedang kita injak ini pun ada tujuh lapis. Jarak antara setiap lapisan bumi sama dengan jarak antara setiap lapisan langit. Diatas udah ana terangkan bahwa jarak antara setiap lapisan langit adalah 500 tahun perjalanan, begitupun dengan planet bumi ini yang memiliki tujuh lapis, jarak antara lapisan bumi yang kesatu dengan lapisan bumi yang kedua (yang ada di bawahnya) adalah sepanjang 500 tahun perjalanan onta. Jadi jarak antara permukaan bumi dengan lapisan bumi yang ketujuh (tanah yang paling bawah) adalah 500 (tahun perjalanan onta) X 7 (lapisan bumi) = 3500 (tahun perjalanan onta). Jadi Antum sekalian membutuhkan waktu selama 3500 tahun perjalanan onta untuk bisa sampai kepada lapisan bumi yang paling bawah, yaitu perut bumi, tanah yang paling bawah.

– “Kemudian Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, seandainya kalian mengulurkan tali kepada seseorang ke tanah (bumi) yang paling bawah, niscaya akan turun di atas Allah”. = Maksudnya adalah, seandainya Antum bisa mengebor tanah sedalam-dalamnya hingga sampai ke perut bumi, lapisan bumi yang ketujuh, yakni tanah yang paling bawah, niscaya orang tersebut sampai kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Jadi kalo Antum mengulurkan tali yang sangat panjang dari permukaan bumi ini ke perut bumi (lapisan bumi yang ketujuh), niscaya tali tersebut akan sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’alla. Itu tandanya, Allah Subhanahu wa Ta’alla ada di dalam perut bumi, sesuai ucapan Nabiyullah, Muhammad Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa salam yang mulia.

– “Kemudian Beliau membacakan ayat: “Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Dzahir dan Yang Bathin. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu!”. (QS Al-Hadid: 3).” = Itu artinya bahwasanya, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- bersemayam di atas ‘arsy yang lokasinya berada di atas lapisan langit yang ketujuh. Namun Allah Subhanahu wa Ta’alla juga bersemayam di perut bumi, yakni di bawah lapisan bumi yang ketujuh. Dan Allah ‘Azza wa Jalla serba tahu (Maha Mengetahui) atas segala sesuatu.

Itulah maksud dari hadits Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasalam di atas.

Barakallahu fikum.
Wallahu a’lam bi showwab.
Wassalam ‘alaikum wa rahmatullaahi ta’ala wa barakatuh.
Berapakah Bumi dan Langit? Title : Berapakah Bumi dan Langit?
Description : Assalamu alaikum wa rahmatullaahi ta’ala wa barakatuh... Berapakah Bumi dan Langit?Baiklah, dis...
Rating : 5


Artikel Terkait:

1 komentar:

 

Rindu Tulisan Islam - All Right Reserved.