"JIHAD Menegakkan TAUHID, Membela Sunnah RASUL ALLAH, Hancurkan SYIRIK, Musnahkan BID'AH, Terapkan SYARI'AT ALLAH, Berantas KEMUNGKARAN dan KEMAKSIATAN," Tegaknya AGAMA ini haruslah dengan Kitab (AL QUR'AN DAN SUNNAH) Sebagai Petunjuk dan Sebagai Penolong. Kitab menjelaskan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang ALLAH, Pedang atau Pena menolong dan membelanya ".(Nasehat Berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahumullah)
DO'A UNTUK TETAP PADA KEYAKINAN ISLAM
اللَّهُمَّ احْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ قَائِمًا، وَاحْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ قَاعِدًا، وَاحْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ رَاقِدًا، وَلَا تُشْمِتْ بِي عَدُوًّا حَاسِدًا، وَاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ»
"Ya Allah, jagalah aku dengan Islam saat aku berdiri, jagalah aku dengan Islam saat aku duduk, jagalah aku dengan Islam saat aku tidur dan janganlah Engkau membuat musuh yang mendengki gembira atas penderitaanku" "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang kunci-kuncinya berada di tangan-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang kunci-kuncinya berada di tangan-Mu." (HR. Al-Hakim : 1924)

Minggu, 17 Maret 2013

1 Sahkah Shalat Dalam Masjid Yang Ada Kuburannya?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sahkah shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan?

Jawaban
Masjid-masjid yang di dalamnya terdapat kuburan tidak boleh dipakai untuk shalat, dan kuburan-kuburan itu harus dibongkar dan dipindahkan mayat-mayatnya ke pekuburan umum, setiap jasad dikubur kembali masing-masing dalam satu lubang tersendiri seperti layaknya kuburan. Tidak boleh ada kuburan dibiarkan di dalam masjid, tidak kuburan wali dan tidak pula yang lainnya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dan memperingatkan hal tersebut, bahkan Allah telah melaknat kaum yahudi dan nashrani karena perbuatan itu. Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda.

“Artinya : Allah melaknat kaum yahudi dan kaum nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah” [1]

Aisyah mengatakan, “Beliau memperingatkan terhadap apa yang telah mereka perbuat” [2]

Ketika Ummu Salamah dan Ummu Habibah memberithu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang suatu gereja yang ada gambar-gambarnya, beliau bersabda.

“Artinya : Mereka adalah kaum yang apabila seorang hamba yang sholih di antara mereka meninggal atau seorang laki-laki yang shalih, mereka membangun masjid di atas kuburannya dan membuat gambar-gambar itu di dalamnya. Mereka itu adalah sejahat-jahatnya makhluk di sisi Allah” [3]

Beliau juga mengatakan.

“Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka dan orang-orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, maka janganlah kamu menjadikan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kamu dari hal itu” [4]

Ini artinya, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjadikan kuburan sebagai masjid dan melaknat orang yang melakukannya serta mengabarkan bahwa orang yang melakukannya adalah sejahat-jahatnya makhluk. Maka yang wajib adalah berhati-hati terhadap hal ini.

Sebagaimana diketahui, bahwa shalat di kuburan berarti telah menjadikannya sebagai masjid (tempat sujud), dan barangsiapa yang membangun masjid di atasnya berarti telah menjadikannya sebagai masjid. Maka harus dilakukan adalah menjauhkan kuburan dari masjid dan tidak menguburkan mayat di dalam masjid, hal ini sebagai manifestasi perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sikap waspada terhadap laknat yang telah dilontarkan dari Allah Azza wa jalla kepada yang membangun masjid di atas kuburan. Sebab, jika seseorang shalat di masjid yang ada kuburannya, setan akan menggodanya agar memohon kepada mayat yang ada di dalam kuburan tersebut, atau meminta pertolongan kepadanya, atau shalat dan sujud kepadanya, sehingga dengan demikian ia akan terjerumus kedalam syirik besar. Inilah perbuatan kaum yahudi dan nashrani, maka harus menyelisihi mereka dan menjauhi cara dan perbuatan buruk mereka itu.

Jika kuburan itu sudah sangat lama, lalu akan dibangun masjid di atasnya, yang wajib dilakukan adalah menghancurkan dan menghilangkan kuburan itu terlebih dahulu, dan ini berarti perombakan. Demikian sebagaimana disebutkan oleh para ahlul ilmi untuk menghindari faktor-faktor penyebab kesyirikan dan untuk mencegah keburukan-keburukannya. Hanya Allahlah yang mampu memberi petunjuk.

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Kategori-kategori Masjid Yang Terlarang Untuk Shalat Di Dalamnya

speakersmalloleh Al-Ustadz Abdul Baz
Pembahasan
Terlarangnya Shalat di dalam masjid yang ada kuburan di dalamnya
Kaidah-kaidah penentuan masjid yang terlarang shalat di dalamnya
Kategori masjid yang ada kuburannya yang tidak boleh untuk shalat di dalamnya
[Majmu Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 4, hal.388-389]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjmah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]
________
Footnote
[1]. Disepakati keshahihannya. Al-Bukhari, kitab Al-Jana’iz (1330), Muslim kitab Al-Masajid (529)
[2]. Muttafaq ‘Alaih. Al-Bukhari, kitab Ash-Sholah (435, 436), Muslim, kitab Al-Masajid (531)
[3]. Disepakati keshahihannya Muttafaq ‘Alaih. Al-Bukhari, kitab Ash-Sholah (434), Muslim, kitab Al-Masajid (528)
[4]. Dikeluarkan oleh Muslim, dalam kitab shahihnya, dari Jundab bin Abdullah Al-Bajali kitab Al-Masajid (532)


Artikel Terkait:

1 komentar:

  1. Sudahlah hancurkan saja kuburan Muhammad Nabimu itu yang ada di tengah-tengah masjid Nabawi, hancurkan hancurkan dan hancurkaaaaaaaaan, atau maximal pindahkan ketempat lain, kalau kamu berani, jangan cuma banyak bacot, tapi enggak berani memindahkan kuburan Nabimu itu, ayo pindahin, cepaaaaaaat, karena selama ini para jama'ah yang sholat disitu dari zaman abu bakar sampai sekarang, tidak sah semuaaaaanyaa, dan masuk neraaaaaaaaaaaaka, Abu bakar Asshiddiq masuk, neraka, Umar bin Khottob tambah juga masuk neraka soalnya ahli sekali dalam bid'ah menambah-nambah sholat tarowih menjadi 20 roka'at, Usman bin Affan juga masuk neraka, Ali bin Abi tholib masuk neraka, karena sholat di dalam masjid yang aa makam Nabimu Muhammad, karena demi Alloh saya juga akan masuk neraka bersama Abu bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Tholib dan juga bersama orang-orang yang sholat di masjid Nabawi sampai hari kiamat nanti, karena surga hanya milik kamu.
    NERAKALAH TEMPATKU, SURGA ADALAH IDAMANMU, TAPI TUHAN SANG MAHA PENENTU.

    BalasHapus

 

Copyright © Rindu Tulisan Islam All Right Reserved